Dakwah Islam adalah salah satu bentuk media jihad yang terdapat di dalam agama Islam. Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menyebarkan ilmu pengetahuan, menasehati sesama adalah beberapa aktivitas yang biasanya terdapat di dalam dakwah Islam. Dakwah Islam adalah salah satu bentuk kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, sebagaimana firman Allah swt berikut: “Serulah (manusia) ke jalan Rabb-mu dengan hikmah1 dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. QS. An Nahl (16) : 125 “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar1, merekalah orang-orang yang beruntung”. QS. Ali Imron (3) : 104 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik”. QS. Ali Imron (3) : 110 Lalu bagaimana kaitan antara dakwah Islam dengan pacaran? Ada segolongan orang yang mengatakan bahwa pacaran itu dilarang menurut pandangan Islam. Namun ada pula golongan yang mengatakan bahwa pacaran boleh-boleh saja asal nggak kebangetan. Bahkan, ada pula seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah yang akhirnya menggunakan pacaran sebagai media dakwah. Ia berpendapat bahwa dengan pacaran akan membuatnya lebih intensif dalam mendakwahi pasangannya. Benarkah demikian? Memang larangan mengenai pacaran di dalam Islam tidak dibahas secara eksplisit. Mungkin itulah salah satu faktor yang mengakibatkan kebanyakan orang awam tidak dapat menerima atas hukum pelarangan pacaran ini. Namun, dalam dunia dakwah islam, larangan pacaran adalah hal yang sudah sangat dimengerti, maka aneh sekali manakala ada seseorang yang mengaku sebagai aktivis dakwah islam, namun ia tetap melakukan pacaran. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun banyak sekali dalil yang dapat di jadikan sebagai rujukan untuk pelarangan pacaran tersebut. Telah sama-sama kita ketahui bahwa Islam adalah agama yang mengharamkan perbuatan zina, termasuk juga perbuatan yang MENDEKATI ZINA. "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra [17] : 32). Lalu, apa saja perbuatan yang tergolong MENDEKATI ZINA itu? Diantaranya adalah: saling memandang, merajuk/manja, bersentuhan (berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, dll), berdua-duaan, dll. Karena unsur-unsur ini dilarang dalam agama Islam, maka tentu saja hal-hal yang di dalamnya terdapat unsure tersebut adalah di larang. Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam hadits berikut: Dari Ibnu Abbas r.a. dikatakan: Tidak ada yang kuperhitungkan lebih menjelaskan tentang dosa-dosa kecil daripada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menentukan bagi anak Adam bagiannya dari zina yang pasti dia lakukan. Zinanya mata adalah melihat (dengan syahwat), zinanya lidah adalah mengucapkan (dengan syahwat), zinanya hati adalah mengharap dan menginginkan [pemenuhan nafsu syahwat], maka farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya…” (HR Bukhari & Muslim) Dalil di atas kemudian juga diperkuat lagi oleh beberapa hadits dan ayat Al Quran berikut: “Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan dengan wanita kecuali bersama mahramnya.” (Bukhori dan Muslim) "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah seorang laki-laki sendirian dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad). “Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HASAN, Thabrani dalam Mu`jam Kabir 20/174/386) "Demi Allah, tangan Rasulullah shallallahu �alaihi wassallam tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun dalam keadaan membai�at. Beliau tidak memba�iat mereka kecuali dengan mangatakan: "Saya ba�iat kalian." (HR. Bukhori) "Sesungguhnya saya tidak berjabat tangan dengan wanita." (HR Malik , Nasa�i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad) Telah berkata Aisyah RA, "Demi Allah, sekali-kali dia (Rasul) tidak pernah menyentuh tangan wanita (bukan mahram) melainkan dia hanya membai�atnya (mengambil janji) dengan perkataaan." (HR. Bukhari dan Ibnu Majah). "Wahai Ali, janganlah engkau meneruskan pandangan haram (yang tidak sengaja) dengan pandangan yang lain. Karena pandangan yang pertama mubah untukmu. Namun yang kedua adalah haram" . (HR Abu Dawud , At-Tirmidzi dan dihasankan oleh Al-Albani) “Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.” (HR. Ahmad) Dari Jarir bin Abdullah r.a. dikatakan: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang memandang (lawan-jenis) yang (membangkitkan syahwat) tanpa disengaja. Lalu beliau memerintahkan aku mengalihkan pandanganku.” (HR Muslim) “Janganlah kau terlalu lembut bicara supaya (lawan-jenis) yang lemah hatinya tidak bangkit nafsu (syahwat)-nya.” (QS al-Ahzab [33]: 32) Sekarang pertanyaannya, “Apakah di dalam pacaran terdapat unsur-unsur sebagaimana yang telah disebutkan pada dalil-dalil diatas?” Kalau memang ada, maka jelas bahwa pacaran itu DILARANG di dalam Islam, dengan alasan apapun. Jika dengan keterangan-keterangan yang sudah diuraikan secara jelas di atas ternyata masih ada saja yang mengatakan bahwa pacaran itu BOLEH, maka patut dipertanyakan, “Apa atau yang mana dalilnya?”. Jangan mengatas namakan dakwah islam untuk menghalalkan pacaran! Sebagai aktivis dakwah islam, tentunya kita tahu bahwa antara laki-laki dan perempuan (ikhwan dan akhwat) itu sudah ada seksi dakwah islamnya masing-masing (anggaplah SEKSI DAKWAH ISLAM=penulis). Maksudnya adalah, bagi akhwat/perempuan, di sana ada murobbiyah yang khusus menangani dakwah islam dikalangan akhwat, dan disana juga sudah disediakan murobbi yang menangani dakwah islam khusus dikalangan ihkwan secara intensif. Diluar itu, ikhwan punya rekan sesama ikhwan untuk sekedar bertanya atau konsultasi, begitu pula akhwat. Selain itu, untuk dakwah islam atau ta’lim lain yang lebih bersifat umum, yang dapat dihadiri oleh ikhwan dan akhwat pun sudah ada, seperti seminar, dll. Seminar, bedah buku, itu boleh dihadiri oleh ikhwan dan akhwat namun tetap menghindarkan adanya percampuran ataupun berdua-duaan. Maka serahkan saja urusan akhwat ini kepada akhwat juga atau kepada murobbiah-nya. Kalaupun ada kepentingan, sekedar menyampaikan saran atau masukan, sampaikan saja melalui rekan akhwatnya, bukannya kita yang harus turunlangsung. Atau silahkan saja sampaikan secara langsung dengan tidak melalui media pacaran dan menghindari unsur-unsur yang mengarah pada MENDEKATI ZINA, sebagaimana telah disampaikan di atas. Kalau berbicara masalah “ingin berdakwah islam lebih intensif”, banyak cara lain yang dapat kita lakukan. Kalau ingin mendakwah islami orang, ya pilih yang ikhwan juga dong, jangan yang akhwat. Kalau yang akhwat, sampaikan saja kepada rekan akhwat kita, bereskan? Lagipula, andaipun kita hendak melakukan dakwah Islam kepada seluruh perempuan yang ada di sekolah kita, di kampus kita, di kantor kita, atau di kampung kita…apakah lantas kita juga akan menjadikan mereka sebagai pacar kita semua??? Tidak masuk logikakan alasan semacam ini! Kalau lantas kita mengatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung kepada niatnya (Pacaran yang niatnya untuk dakwah islam). Eittt…tunggu dulu! Niat itu nggak berhenti sampai di situ aja. Niat itu harus diluruskan, LURUSKAN NIAT! Maksudnya adalah, niat untuk melakukan kebaikan ya harus dilakukan dengan cara yang lurus atau benar (sesuai dengan syariat), bukan dengan cara yang buruk atau dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Kalau niat baik dilakukan dengan cara yang batil, itu namanya melenceng! Sama aja seperti ini, “apakah niat menyumbang ke Masjid itu diperbolehkan manakala uangnya diperoleh dari hasil merampok?”, ya jelas aja ga boleh. Itu namanya mencampur adukkan antara yang hak dengan yang batil, dan Allah swt telah melarang hal tersebut, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui." (QS al-Baqarah [2] : 42). Dari sini semakin jelas bahwa pacaran dilarang di dalam Islam. Dan tidak ada dakwah Islam yang dilakukan dengan metode pacaran, karena nanti jatuhnya bukan dakwah Islam lagi, melainkan MENDEKATI ZINA, dan Rasulullah saw pun tidak mencontohkan cara-cara yang demikian. Dakwah islam Islam adalah perkara suci yang ditujukan hanya untuk Allah swt. Maka jalankanlah dengan cara-cara suci yang diridhoi oleh Allah swt, bukan dengan jalan batil yang justru akan menodai nama dakwah Islam dan menimbulkan murka Allah swt. Wallahua’lam bishshowab Artikel ini juga dapat dibaca di www.lingkarcahaya.com |
Layanan Umroh Area Kalimantan Barat : Pontaianak, Kubu Raya, Sei Pinyuh, Mempawah, Singkawang, Sambas, Anjungan, Ngabang, Entekong, Balaykarangan, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Putusibau dan Ketapang
Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Showing posts with label Dakwah. Show all posts
Dakwah Islam Melalui Pacaran
Dakwah Alquran kepada Masyarakat Kanada
Suatu usaha dakwah telah dilakukan oleh kelompok Islam di Kanada untuk mengenalkan Alquran, secara khusus dan Islam pada umumnya. Usaha ini adalah suatu moment yang pas untuk mengenalkan Islam pada saat merebaknya “Islamophobia” di negara-negara barat.
situs theuxbridgestandard.ca menulis:
Penduduk Uxbridge akan dapat mengeksplorasi salah satu agama dunia yang paling populer akhir pekan ini yaitu pada kesempatan open house khusus di Uxbridge Public Library. Majelis Khudamul ahmadiyah, suatu kelompok pemuda dari Ahmadiyah, akan kembali ke perpustakaan ini sabtu 20 Agustus.
Selama beberapa bulan terakhir, kelompok ini telah menyisir lingkungan di seluruh Kanada, mempromosikan perdamaian, mengutuk terorisme dan membawa kesadaran tenang Islam yang damai.
warga akan dapat mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang praktik Islam, termasuk apa itu Islam? Apa itu Alquran? apa itu kehidupan ekstra terrestrial yang disebutkan oleh Alquran? bagaimana status peremuan dan hak-hak mereka dalam Islam? apa saja nubuatan yang ada dalam Alquran dan teknologi modern apa yang telah di sebutkan di dalam Alquran (percetakan, mesin tik, tahap kehamilan dll).
Mereka yang menghadiri acara open house tersebut juga akan dapat mengambil bahan bacaan yang berharga termasuk salinan Alquran.
Untuk informasi lebih lanjut tentang semua acara mendatang di Perpustakaan Umum Uxbridge, kunjungi www.uxlib.com. Untuk informasi tambahan tentang open house Alquran kunjungi www.ahmadiyya.ca
Sumber: http://www.theuxbridgestandard.ca/news/2011/august2011/aug18-11/Library_hosts_Holy_Quran-505.html
situs theuxbridgestandard.ca menulis:
Penduduk Uxbridge akan dapat mengeksplorasi salah satu agama dunia yang paling populer akhir pekan ini yaitu pada kesempatan open house khusus di Uxbridge Public Library. Majelis Khudamul ahmadiyah, suatu kelompok pemuda dari Ahmadiyah, akan kembali ke perpustakaan ini sabtu 20 Agustus.
Selama beberapa bulan terakhir, kelompok ini telah menyisir lingkungan di seluruh Kanada, mempromosikan perdamaian, mengutuk terorisme dan membawa kesadaran tenang Islam yang damai.
warga akan dapat mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang praktik Islam, termasuk apa itu Islam? Apa itu Alquran? apa itu kehidupan ekstra terrestrial yang disebutkan oleh Alquran? bagaimana status peremuan dan hak-hak mereka dalam Islam? apa saja nubuatan yang ada dalam Alquran dan teknologi modern apa yang telah di sebutkan di dalam Alquran (percetakan, mesin tik, tahap kehamilan dll).
Mereka yang menghadiri acara open house tersebut juga akan dapat mengambil bahan bacaan yang berharga termasuk salinan Alquran.
Untuk informasi lebih lanjut tentang semua acara mendatang di Perpustakaan Umum Uxbridge, kunjungi www.uxlib.com. Untuk informasi tambahan tentang open house Alquran kunjungi www.ahmadiyya.ca
Sumber: http://www.theuxbridgestandard.ca/news/2011/august2011/aug18-11/Library_hosts_Holy_Quran-505.html
Dakwah Islam melalui Pesawat Terbang di Chicago
“Give Bloog save Lives Muslims for Life” demikian sebuah pesan yang akan terpampang di langit Chicago akhir pekan ini. Demikian ditulis oleh situs wbez.org.
Pesan tersebut merupakan bagian dari dakwah Islam di jChicago. Pesan tersebut akan dibawa dari pesawat dengan lebih dari satu juta orang menonton “Chicago’s 53rd annual Air and Water show“.
Kelompok yang berada di belakang banner tersebut adalah kelompok Lokal Muslim yang dikenal sebagai Ahmadiyya Muslim Community (AMC), pada tahun 2010 mereka juga meluncurkan kampanye “Muslims for Peace dan “Muslims for Loyality, kedua kampanye tersebut dimaksudkan untuk menyebarkan kebenaran tentang Islam. Akhir pekan ini mereka meluncurkan kampanye “Muslims for Life, untuk menghormati mereka yang kehilangan nyawa pada peristiwa 11 september.
Banner tersebut membawa pesan bahwa Muslim ingin melindungi kehidupan, bukan mengambilnya.
“Teroris telah melukis gambar Islam yang tidak benar – gambar kematian dan kehancuran, padahal Islam melindungi kesucian dari semua kehidupan manusia,” kata Haris Ahmed, Juru bicara Jamaah Muslim Ahmadiyah. “Ketika kita mendekati peringatan 11 Septermber ke-10, kita ingin melakukan donor darah yang ditujukan untuk menyelamatkan nyawa rakyat Amerika.”
Jamaah Muslim Ahmadiyah bertujuan untuk mengumpulkan 10.000 unit darah yang cukup untuk menyelamatkan nyawa sebanyak 30.000 orang, kata Jamaah Ahmadiyah. mereka juga berencana akan menyebarkan 20.000 brosur “Muslims for Life” akhir pekan ini.
Juru bicara untuk acara ini, Farah Qazi mengatakan mereka memutuskan Pertunjukan air dan Udara sebagai cara terbaik untuk mempromosikan donor darah kepada masyarakat yang beragam di Chicago. “Ini merupakan acara antar agama untuk mengundang orang dari semua latar belakang untuk menjadi bagian dari upaya besar ini.
“The blood Drive” adalah salah satu bagian dari serangkaian kegiatan jamaah ini untuk memperingati peristiwa 11 September. kegiatan lainnya meliputi layanan antar agama dan berbagai konferensi pers untuk menegaskan pesan Islam tentang perdamaian dan antikekerasan di dunia yang kadang-kadang “Islamaphobic,” jelas Qazi.
“The blood drive” akan berlangsung pada hari-hari menjelang 11 sepetember di berbagai lokasi termasuk masjid-masjid, Gereja dan bank darah seperti Lifesource.
informasi lebih lanjut tentang kampanye ini dapat dilihat di www.muslimsforlife.org. pertanyaan tentang donor darah dapat diarahkan ke PR@IslaminChicago.org
Sumber: http://www.wbez.org/story/muslim-group-markets-faith-grassroots-campaign-airplane-90824
Motivasi Dalam Berdakwah
Dalam berdakwah pengetahuan adalah penting, metode dakwah juga sangat penting. Akan tetapi sesungguhnya yang paling penting dan menjadi pokok persoalan segala sesuatu adalah MOTIVASI. Sering kita melihat seorang yang miskin dalam ilmu pengetahuan, tidak hanya pengetahuan keagamaan tetapi juga ilmu dunia, bahkan hampir-hampir buta huruf. Tetapi mereka memiliki satu keunggulan diatas yang lainnya, diatas rekan-rekannya, yakni memiliki semangat motivasi yang lebih tinggi. Hasilnya adalah bahwa mereka selalu jauh lebih berhasil di dalam dakwahnya dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang kurang memiliki motivasi.
Ada beberapa jenis motivasi, bila kita perhatikan para pendakwah ternyata memiliki motivasi yang berbeda beda. Ada yang ingin mengabdikan diri mereka kepada Islam yakni ingin mengembangkan Islam. Suatu sasaran yang bagus, tetapi bukan yang terbaik.
Ada beberapa jenis motivasi, bila kita perhatikan para pendakwah ternyata memiliki motivasi yang berbeda beda. Ada yang ingin mengabdikan diri mereka kepada Islam yakni ingin mengembangkan Islam. Suatu sasaran yang bagus, tetapi bukan yang terbaik.
Ada juga yang mempunyai motivasi karena betul betul mencintai Allah, dan kedekatan kepada Allah menjadikan diri mereka selalu dipenuhi dengan cita-cita untuk menyiarkan ajaran ketauhidan. Jadi apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepadanya, harus dibagikan kepada orang lain. Itulah kualitas tertinggi dari motivasi yang disebut dalam Alquran suci secara berulang-ulang yang menunjukkan kepada motivasi Rasulullah saw.
Jadi untuk membandingkan kualitas dan keuntungan dari motivasi terhadap faktor-faktor lain dalam medan dakwah maka seseorang dapat memusatkan perhatiannya berkenaan dengan keluhuran akhlak, akhlak yang sempurna yang diciptakan oleh Tuhan untuk kita, karena maksud dakwah ilallah yang sesunguhnya adalah menyebarkan amanat kepada orang lain dan mengajak mereka ke jalan Tuhan.
Rasulullah saw adalah seorang yang buta huruf, tidak hanya buta huruf akan tetapi juga milik dari kaum yang juga buta huruf, dan kaum Arab ini dikategorikan sebagai umat yang paling bodoh (jahil) di seluruh daerah itu. Berbatasan dengan Arabia pada kedua sisinya mengapit bangsa-bangsa besar yang telah maju dalam hal perkonomian, sosial dan ilmu pengetahuan. Dan bangsa-bangsa ini memandang rendah terhadap kaum Arab seperti mungkin saat ini beberapa Negara besar memandang rendah pada beberapa Negara miskin di Afrika, seolah mereka ini bukan ras manusia. Jangankan dianggap sebagai mitra sejajar, bahkan mereka diangap sebagai beban masyarakat dunia. Seperti itulah bangsa Arab di zaman dahulu.
Dan ketika itulah lahir seorang manusia ummi Muhammad saw yang disebutkan di dalam Alquran suci sebagai seorang ummi dan milik dari kaum ummi (buta huruf). Dan tiba-tiba Muhammad saw menjema menjadi seorang guru jagad yang mengungguli dalam setiap bidang kemanusiaan. Pertama-tama beliau meleburkan diri ke dalam masyarakatnya untuk memulai perubahan kepada mereka dan kemudian beliau melarutkan diri ke dalam sifat-sifat ilahiyah.
Demikian larutnya beliau saw masuk ke dalam kecintaan kepada Tuhan maka setelahnya adalah merupakan sebuah konsekuensi logis bahwa beliau saw memperoleh karunia Tuhan sedangkan sifat-saifatnya sendiri hilang tergantikan dengan sifat-sifat Allah. Maka beliau kembali kepada umat manusia dalam kapasitas sebagai insan yang telah mendapatkan sifat-sifat Tuhan. Ketika beliau kembali kepada umat manusia dalam kapasitas sebagai insan yang telah mendapatkan sifat-sifat Tuhan sesempurna mungkin dalam wujud dirinya, dan beliau menjadi bayangan Tuhan di dunia ini.
Disanalah letaknya kualitas dari motivasi beliau dan bagaimana sesunggunya motivasi yang benar dapat bermanfaat bagi manusia.Sekali kita melarutkan diri ke dalam sifat-sifat Tuhan maka sikap kita kepada manusia menjadi sempurna, karena sikap itu merupakan sikap dari Sang Maha Pencipta terhadap makhluk ciptaan-Nya. Sebagaimana kita mencontah hasil karya kita sendiri sehingga orang yang melarutkan dirinya ke dalam sifat-sifat Tuhan maka berarti mencintai ciptaan-Nya. Dan “cinta” memegang peran paling menentukan dalam dakwah ilallah, dalam tugas menyeru manusia kepada Allah, cinta memegang peran sangat penting.
Gambaran Rasulullah saw dan para sahabat yang dikatakan hampir-hampir buta huruf namun memiliki kecintaan yang tinggi pada dakwah ilallah mempunyai kualitas mencintai orang lain, dan kualitas itu muncul berkat dari kedekatan kepada Tuhan. Mereka mencintai Tuhan dan dalam proses tersebut tanpa disadari oleh diri mereka, merekapun mulai mencintai umat manusia seluruhnya.
Jadi motivasi mereka tercipta karena kecintaan kepada Tuhan dan wujud kecintaan mereka kepada umat manusia juga bertolak dari cinta itu juga. Itu adalah benar-benar apa yang telah kita baca dalam Alquran suci tentang nabi Muhammad saw, guru paling unggul dalam seni mencintai manusia.
Kita melakukan dakwah tidak dengan kesombongan akan ilmu yang kita miliki. Bukan untuk meraih simpati orang banyak. Bahkan sebagai Da’i dalam berdakwah tidak hanya untuk menyiarkan atau mengatasnamakan Islam, kita melakukan dakwah karena kita mengetahui bahwa kita berada di jalan yang benar, sementara banyak saudara-saudara kita yang lain berada dalam jalan yang salah, yang karena ketidak tahuan mereka atau yang tidak tahu mau tahu. Dan juga untuk menyelamatkan saudara-saudara kita yang tidak memiliki kecintaan kepada sesama. Para Da’i meraih tingkat “kegilaan”, dan kegilaan adalah nama lain dari cinta. Semakin besar pula cinta mereka kepada umat manusia yang bersumber dan berdasar dari rasa cinta kepada Tuhan.
Terlebih dahulu Memotivasi diri
Kualitas dari kekuatan dan pengaruh yang tinggi yang terdapat dalam setiap ucapan dan perkataan itulah yang merupakan pokok dari Da’i ilallah. Tetapi seperti yang telah dijelaskan bahwa seseorang harus terlebih dahulu memotivasi dirinya sendiri sebelum momotivasi orang lain.
Jika kita ingin termotivasi, telitilah diri kita sendiri. Perhatikan sejauh mana rencana dan tekad kita untuk mengubah tabiat orang lain dengan tulus ikhlas karena Allah? Seberapa jauh kita mencintai Tuhan? Dan seberapa banyak kita telah menginfaqkan milik kita berupa harta dll demi untuk mengkhidmati Tuhan? Seberapa jauh kita telah mencari Tuhan dan menentukan pilihan-pilihan dalam hidup kita selaras dengan keinginan dan kehendak Tuhan. Ini adalah cara ilmiah untuk menilai diri kita.
Meneladani Rasulullah saw
Ini adalah satu-satunya jalan untuk berhasil menjadi Da’i dan tampil sebagai Da’i yang berhasil. Yang bilamana seseorang da sungguh-sunggh tergerak, termotivasi dan mengikuti contoh-contoh dari Muhammad Musthofa saw.
Memenangkan wilayah Hati
Bila seseorang berhasil , maka niat dan motivasinyalah yang menentukannya. Seorang Da’i yang hakiki adalah yang memenangkan wilayah hati, jiwa dan pikiran yang diubah dan diajak untuk menuju dan mencintai Tuhan.
Orang yang tergerak melalui cara demikian maka orang tersebut akan berubah menjadi orang yang mencintai tuhan. Tuhan akan Nampak pada mereka dan mereka akan merasakan Tuhan disekelilingnya dan akan merasakan bahwa Tuhan bekerja melalui mereka. Inilah yang dimaksud dengan Da’i yang mencetak Da’i-Da’i lainnya (Da’i baru)
Orang yang tergerak melalui cara demikian maka orang tersebut akan berubah menjadi orang yang mencintai tuhan. Tuhan akan Nampak pada mereka dan mereka akan merasakan Tuhan disekelilingnya dan akan merasakan bahwa Tuhan bekerja melalui mereka. Inilah yang dimaksud dengan Da’i yang mencetak Da’i-Da’i lainnya (Da’i baru)
Jadi niat-niat lain tidak mungkin akan menghasilkan fenomena seperti itu. Namun bila didasarkan lillahi taala, maka hal ini akan terbukti benar adanya. Persis seperti itulah Rasulullah saw mencapai keberhasilan demi keberhasilan, dan ganjaran yang diperoleh dari Tuhan tercermin dari ayat:
“Muhammad rasul Allah dan orang-orang yang besertanya sangat tegas terhadap orang-orang kafir, tetapi amat kasih sayang diantara mereka, engkau melihat mereka rukuk, sujud, mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya.” (QS Al fath:30)
Yakni Muhammad saw dan beserta siapa-siapa yang hidup bersamanya, maka sifat dan sikap mereka adalah mengikuti akhlak Muhammad musthofa saw.
Jadi beliau saw menciptakan banyak “Muhammad”, dalam makna bahwa orang-orang itu begitu dalam terpengaruh oleh akhlak Muhammad saw dan sebagai hasilnya mereka begitu larut dalam kecintaan kepada Rasulullah saw sebagaimana mereka larut dalam kecintaan kepada Allah. Mereka itulah orang-orang yang hidup bersama Rasulullah saw, memperoleh berkat-berkat dari wujud suci Rasulullah saw dan bekerja bahu membahu bersama Rasulullah saw.
Da’i ilallah yang memiliki niat yang benar akan melahirkan banyak Da’i-Da’i hakiki, dan hal ini akan terjadi terus, akan berlanjut berkesinambungan selama motivasi mereka itu tetap motivasi yang benar.
Niat dan Sifat Akan Terwariskan
Bila terlintas ada niat-niat buruk dalam perbuatan-perbuatan kita, dalam cita-cita kita, dalam upaya dakwah kita, maka semua kekurangan atau cacat dalam niat-niat kita secara otomatis akan terwariskan kepada embrio. Yang dimaksud embrio adalah kelahiran rohani baru dari usaha dakwah kita.
Sebagaimana cacat seorang ibu atau orang tua akan diturunkan kepada anak-anaknya, maka hal serupa bisa terjadi kepada hasil kerja dakwah ilallah kita. Berhati-hatilah, macam manusia bagaimanakah yang akan kita ciptakan melalui kegiatan dakwah ilallah kita. Alquran suci telah mengingatkan kita:
“hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah; dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang didahulukan untuk hari esok”.
Kebanyakan pemahaman ayat diatas hanya ditujukan kepada lembaga perkawinan saja. Hal demikan tidak tepat! Hal ini bisa juga diterapkan pada semua situasi terlebih lagi terhadap dakwah ilallah.
Alquran suci mengingatkan bahwa kapanpun kita menciptakan muslim-muslim baru, ingatlah bahwa dalam penciptaan ini akan terwariskan kepada generasi yang akan datang. Dan kelahiran ruhani generasi yang baru tersebut akan mewariskan kesan dan sifat-sifat kita. Maka perlu kehati-hatian atas kehidupan generasi dimasa yang akan datang.
Ada juga pengecualian orang yang didakwahi memiliki kualitas yang demikian baiknya bahkan lebih baik daripada sang Da’i tersebut. Dalam kasus ini maka orang yang didakwahi tersebut menolak menerima kelemahan-kelemahan sang Da’i, bahkan ia tumbuh menjadi seorang dengan karakter yang lebih baik.
Takutlah kepada Allah
Jadi berhati-hatilah dengan apa yang kita upayakan, namun kita hanya akan bisa berhati-hati bila kita takut kepada Allah. “yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullah…”, itulah ayat Alquran sebagai obat penawar akan hal ini.
Bila kita memiliki takwa barulah kita akan berhati-hati terhadap apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya melalui dakwah, dan takwa itu pulalah yang membantu kita untuk meningkatkan kualitas pengkhidmatan kita kepada Tuhan.
Bagaimana niat Dakwah Ilallah
Bila kita memiliki takwa barulah kita akan berhati-hati terhadap apa yang akan kita wariskan kepada generasi berikutnya melalui dakwah, dan takwa itu pulalah yang membantu kita untuk meningkatkan kualitas pengkhidmatan kita kepada Tuhan.
Bagaimana niat Dakwah Ilallah
Kita harus memiliki niat atau motivasi yang benar terlebih dahulu. Kita harus mulai mencintai Tuhan, dan kapanpun kita berdakwah, maka berdakwahlah dengan niat karena Allah. Jagalah hubungan dengan-Nya, selalu mengupayakan untuk menarik ridha-Nya. Dan saat berdakwah diiringi dengan merendahkan diri dan bersimpuh di hadapan-Nya dengan mengatakan bahwa saya mengerjakan ini hanya demi Allah dan memohonlah dengan mengatakan:
“ya Allah, jauhkanlah segala kelemahanku ini dan anugerahilah kekuatan kepadaku dan anugerahkanlah kepada hamba-Mu ini seseuatu upaya yang menghasilkan, sebuah hasil yang sehat dan berkualitas, karena hamba tak mau menyajikan buah-buah yang busuk atau buah-buah yan cacat kehadapan-Mu, sehingga hamba malu menyajikan di hadapan Engkau. Maka tolonglah hamba-Mu ini sehingga hamba dapat mempersembahkan buah yang terbaik.”
Dengan cara demikian, secara psikologis proses ini akan membuahkan doa, doa-doa yang menggetarkan hati sehingga kualitas dakwah ilallah pun akan terus meningkat dan hasilnya sedemikian baik. Jika hasilnya sempurna maka tiada seorangpun di dunia ini yang dapat menghentikan penyebaran ketauhidan.
Kenapa tidak berhasil?
Bila hal ini tidak berhasil dengan semestinya di zaman modern ini maka pasti ada sesuatu yang salah pada diri kita.
Bila kita mempunyai motivasi yang benar dan melahirkan orang-orang muwahid (pecinta tauhid) yang senantiasa cinta kepada Tuhan, dan bukan hanya karena keyakinan secara mental saja namun berdasarkan kecintaan kepada Tuhan, maka mereka mulai melihat bahwa Tuhan berada di pihaknya, melalui kita, melalui bantuan kita. Bila kita mengalami semua ini maka mustahil mereka tidak menyampaikan dakwah ilallah ini kepada saudara-sudaranya yang lain.
Bila kita mempunyai motivasi yang benar dan melahirkan orang-orang muwahid (pecinta tauhid) yang senantiasa cinta kepada Tuhan, dan bukan hanya karena keyakinan secara mental saja namun berdasarkan kecintaan kepada Tuhan, maka mereka mulai melihat bahwa Tuhan berada di pihaknya, melalui kita, melalui bantuan kita. Bila kita mengalami semua ini maka mustahil mereka tidak menyampaikan dakwah ilallah ini kepada saudara-sudaranya yang lain.
Beberapa kendala memang pasti ada, seperti keadaan masyarakat sekarang yang sudah dipenuhi dengan kehidupan materialisme. Dan cara menangulanginya hanyalah bahwa kita harus melompat lebih tinggi lagi. Hanya itulah jawabannya.
Cukupkah Argumentasi logika
Memberikan materi dakwah dengan cara apapun yang secara logika atau dalil-dalil mungkin saja begitu meyakinkan, namun hasilnya tidak cukup, kenapa? Karena mereka yang jatuh ke dalam penyakit materialisme tak tercukupkan hanya dengan argumentasi logika saja. Hati merekalah yang menjadi penyebab utamanya. Kita harus merubah kecenderungan hati mereka kearah Tuhan melalui motivasi dan niat suci kita, niat yang berakar kepada kecintaan kepada Tuhan.
Isilah dengan ruh yang benar
Perbaikilah kualitas kehidupan kita dan orang-orang yang ada di sekitar kita, teruslah mengisi mereka dengan ruh-ruh yang benar.tularkanlah apa yang kita rasakan, getaran-getaran kita haruslah disampaikan kepada mereka. Yaitu getaran yang berisi amanat-amanat kecintaan kepada Tuhan, dan hal ini bisa diwujudkan berupa kecintaan kepada sesame manusia.
Raih dan jaga kecintaan kepada Tuhan
Sejak saat ini kita harulah memulai mencoba dengan sugguh-sunguh bahwa kecintaan kepada Tuhan berakar kuat dalam hati kita. Bila ini terjadi, peliharalah dan jagalah hal itu dengan sebaik-baiknya. Lihatlah bahwa hal tersebut akan berubah menjadi suatu kekuatan, dan hal ini tidak mungkin terjadi dalam satu malam, namun perlu waktu tentunya.
Semoga Allah menolong kita, semoga kita bisa kembali kepada Tuhan secara memuaskan, dan memberikan yang terbaik dan merubah dunia untuk-Nya. Semoga allah memberkati dan menolong kita meraih tujuan yang mulia ini, amin.
Sumber Gambar: http://hisham-khilafah03031924.blogspot.com/2009/12/hakikat-dakwah-islam.html